Selasa, 20 September 2016

KucING

     Zaman sekarang semua dianggap sama, mencari kesetaraan level. Mencoba mendapatkan hak dan berasumsi kalo kita juga bagian dari mereka. Hal yang kita tak dapatkan dari orang lain bisa kita dapatkan. Seperti mendapatkan kenyamanan fasilitas, mendapatkan perhatian, mendapatkan kamu yang udah ninggalin aku. hahaha bercanda :v
     Begitu juga di keluarga, seorang adik akan menuntut yang sama ketika seorang kakak mendapatkan sesuatu dari kedua orang tuanya. Namun kehidupan tak selamanya sama rezeki tak selalu melimpah dan kesedihan pun tak diijinkan oleh Tuhan untuk berlarut lamanya. Kedua orangtua akan selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada anaknya namun dengan porsi yang pas sesuai kebutuhannya.
Believe In Yourself
     Seekor anak kucing dia akan tetep terlihat sebagai anak yang sangat lucu yang masih butuh proses belajar, begitu juga seorang anak. Dia akan mencoba mengikuti apa yang dilihat, mengikuti semua kebiasaan yang pernah dia coba lakukan, dia juga akan belajar untuk selalu membuat diri dia senang meskipun yang dia buatnya itu salah.
     Sudah jadi kebiasaan ketika sang adik disuruh-suruh atau dihakimi oleh kakak yang membuat dia merasa tertekan. Mencoba sabar ketika seorang kakak seakan mendapatkan perhatian lebih ketika mereka saling berkomunikasi menanyakan pendapat. Ketika seorang adik mendapatkan punishment dari ayah yang sangat kasar atau cibiran ibunya.
     Gua tuh orangnya introvert bukan cuma di rumah bahkan di lingkungan sekolah ataupun sama orang yang udah lama kenal. Sering kena bullying bahkan sering pula gua menyendiri membuat diri gua nyaman dengan keadaan. Ketika gua mencoba menyendiri seakan gua bisa bebas tanpa adanya tekanan ya meskipun nyatanya hidup ini penuh dengan penderitaan. Berbicara dengan diri sendiri mungkin dianggap gila tapi itu hal yang bisa gua pelajari supaya gua introspeksi diri dan mengingat beberapa hal yang udah lewat meski gua sangat mudah untuk lupa.
     Dengan tubuh yang kecil kurus ya gua cuma bisa manut dan selalu merasa salah tak bisa apa-apa. Orang tua gua mengajarkan tentang kejujuran dan bertindak single fighter, yang akhirnya gua jarang untuk mengemukakan tentang pendapat gua. Seiringnya berjalan waktu gua mencari jati diri mengenal karakter dan belajar dari kesabaran. Gua tumbuh dengan pribadi yang ego dengan rasa prihatin. Selalu berkeras kepala namun gua juga menyadari hal yang udah gua perbuat, mencari solusi disetiap masalahnya.
     Ketika membenci seseorang bukan kelakuannya yang selalu gua ingat tapi kejadiannya, seperti orang-orang yang dulu pernah menghakimi gua. Mengapa mereka mengganggu hidup orang lain, mengganggu dan ikut campur urusan gua. Setiap orang memang memiliki sifat yang berbeda, namun sulit untuk belajar kalo sifat kita apakah diterima oleh orang banyak? Lalu bisakah merubah karakter seseorang menjadi yang baik? Ketika kita masih menjadi orang yang dekat dengan orang tersebut?

     Gua mencoba melawan orang yang mengganggu namun mencoba dengan tidak kasar, sayangnya cara bicara gua malah ngajak ribut. Suatu ketika gua disindir karena gua terlalu acuh ya mungkin itu cara gua agar tidak mengganggu. Akhirnya gua mencoba dengan metode yang sama dengan menyindir kembali namun yang ada malah beradu argument. Ternyata kita sendiri masih tidak terima dengan sebenarnya apa yang telah kita perbuat, padahal kita tahu belum tentu kita benar. Seperti layaknya kaca atau air kita belajar, bisa akan pecah bila kita mencoba melakukan sesuatu hal tidak hati-hati atau bisa membuat orang lain semakin terpuruk dan merasa bersalah dengan cara yang perlahan dan halus.

     Kalian bisa menjadi seperti kucing lucu yang akan dicintai oleh orang lain namun kamu seperti dimanja, atau menjadi raja (king) hutan seperti singa yang bertindak sendiri dan selalu ditakuti. Ketika kamu memiliki waktu kesendirian coba mencari kelebihan yang belum kamu asah dan ketika bersama orang lain cari lah hal yang orang lain bisa dan ambil ilmunya. Karena tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi dari kekuatan hambanya dan setiap cobaan itu mengajarkan kita untuk menjadi pribadi orang yang beriman dan beramal soleh.

0 komentar:

Posting Komentar